Peran Nabi Adam A.S. dalam Konstruksi Awal Peradaban Manusia: Analisis Tafsir atas Konsep Khalifah dan Profetisme
DOI:
https://doi.org/10.35719/mozaic.v5i01.2589Keywords:
Nabi Adam a.s., Konsep Khalifah, Tafsir Tematik Al-Qur’anAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Nabi Adam a.s. dalam konstruksi awal peradaban manusia melalui kajian tafsir Al-Qur’an, khususnya berkaitan dengan konsep khalifah dan dimensi profetisme. Penelitian ini penting untuk memperjelas landasan teologis dan etis peradaban manusia dalam perspektif Islam, serta memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan gagasan peradaban profetik yang relevan dengan tantangan kemanusiaan kontemporer. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan pendekatan tafsir tematik (tafsir mawdlu‘i), yang dilengkapi dengan analisis komparatif terhadap pandangan mufasir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nabi Adam a.s. tidak hanya diposisikan sebagai manusia pertama, tetapi juga sebagai khalifah dan nabi yang meletakkan fondasi ontologis, moral, dan spiritual bagi peradaban manusia. Konsep kekhalifahan meniscayakan tanggung jawab pengelolaan bumi berbasis ilmu pengetahuan, keadilan, dan ketaatan kepada wahyu, sementara dimensi profetisme menegaskan bahwa kemajuan peradaban sangat bergantung pada internalisasi nilai-nilai tauhid, penyucian jiwa, dan etika sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peradaban manusia dalam perspektif Al-Qur’an sejak awal bersifat profetik dan teosentris, sehingga pembangunan peradaban yang berkelanjutan mensyaratkan integrasi antara kemajuan material dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan sejak masa Nabi Adam a.s.
References
Abdurrahman bin Muhammad bin Khaldun. Al-Muqaddimah. Beirut: Dar al-Fikr, 2005.
Al-Asfahani, Abu al-Qasim al-Husayn ibn Muhammad al-Raghib. Al-Mufradat fi Gharib al-Qur’an. Lebanon: Dar al-Ma‘rifah, 1992.
Al-Baghawi, Husain bin Mas‘ud. Ma‘alim al-Tanzil. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1995.
Al-Ghazali, Muhammad bin Muhammad. Ihya’ ‘Ulum al-Din. Jilid III. Beirut: Dar al-Ma‘rifah, 1095 H.
Al-Maraghi, Ahmad Musthafa. Tafsir al-Maraghi. Jilid I. Semarang: Toha Putra, 1992.
Al-Maturidi, Abu Mansur Muhammad. Ta’wilat Ahl al-Sunnah. Jilid IX. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2005.
Al-Qardhawi, Yusuf. As-Sunnah Mashdaran li al-Ma‘rifah wa al-Hadharah. Diterjemahkan oleh Setiawan Budi Utomo. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2001.
Al-Qurthubi, Muhammad ibn Ahmad. Al-Jami‘ li Ahkam al-Qur’an. Jilid VII. Kairo: Dar al-Kutub al-Misriyah, 2000.
Al-Qurthubi, Muhammad ibn Ahmad. Tafsir al-Qurthubi. Diterjemahkan oleh Mahmud Hamid Utsman. Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.
Al-Razi, Fakhruddin. Mafatih al-Ghayb. Jilid III. Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, 1999.
Al-Shabuni, Muhammad Ali. Shafwatu al-Tafasir. Jilid I. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2011.
Al-Thabari, Muhammad bin Jarir. Jami‘ al-Bayan ‘an Ta’wil Ay al-Qur’an. Jilid I. Beirut: Dar al-Fikr, 1995.
Amin, Muhammad. “Kisah Adam dalam Al-Qur’an dan Alkitab serta Pengaruhnya dalam Tafsir.” Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama 21, no. 2 (2020): 276–289. https://doi.org/10.19109/jia.v21i2.7422.
Arisanti, Kustiani. “Proses Pendidikan Nabi Adam Perspektif Al-Qur’an.” Jurnal Pendidikan Islam Indonesia 4, no. 2 (2020): 124–132. https://doi.org/10.35316/jpii.v4i2.195.
Bennabi, Malik. Syuruth al-Nahdlah. Damaskus: Dar al-Fikr, 1986.
Creswell, John W. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. California: Sage Publications, 2013.
Denzin, Norman K., dan Yvonna S. Lincoln. The Sage Handbook of Qualitative Research. California: Sage Publications, 2011.
Departemen Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: Diponegoro, 2008.
Hamka. Tafsir al-Azhar. Jilid I. Jakarta: Citra Serumpun Padi, 2005.
Harari, Yuval Noah. Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia. Jakarta: KPG, 2017.
Imani, Kamal Faqih. Tafsir Nurul Qur’an. Jakarta: Al-Huda, 2003.
Izutsu, Toshihiko. God and Man in the Qur’an: Semantics of the Qur’anic Weltanschauung. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust, 2002.
Kartanegara, Mulyadhi. Lentera Kehidupan: Panduan Memahami Tuhan, Alam, dan Manusia. Bandung: Mizan, 2017.
Katsir, Ismail bin Umar bin Katsir. Qishash al-Anbiya’. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2001.
———. Kisah Para Nabi. Diterjemahkan oleh Abu Hudzaifah. Jakarta: Pustaka As-Sunnah, 2007.
———. Tafsir al-Qur’an al-‘Azim. Riyadh: Dar Thayyibah, 1999.
———. Tafsir Ibnu Katsir. Diterjemahkan oleh M. Abdul Ghoffar. Bogor: Pustaka Imam Syafi‘i, 2004.
Kuntowijoyo. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2013.
Mahmud, Abdullah. “Kisah Adam dalam Tafsir Sufi (Sebuah Telaah Bibliografis).” SUHUF 27, no. 2 (2015): 205–216.
Manshuri, Mukhid, dan Ibnu Romadhon. “Khalifah di Bumi Sebelum Nabi Adam a.s.” Mafhum 4, no. 1 (2019): 75–94.
Mustofa, Misbah. Tafsir Tajul Muslimin. Tuban: Majelis Ta’lif wal Khathath, 1990.
Nawawi, Yahya bin Syaraf. Al-Minhaj fi Syarh Sahih Muslim bin al-Hajjaj. Diterjemahkan oleh Abu Kanzoon Wawan Djunaedi. Jakarta: Darus Sunnah Press, 2004.
Saihu. “Rintisan Peradaban Profetik Umat Manusia melalui Peristiwa Turunnya Adam a.s. ke Dunia.” Jurnal Mumtaz 3, no. 1 (2019).
Shihab, Muhammad Quraish. Membumikan al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan, 2013.
———. Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
———. Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu‘i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, 1996.
Siregar, Dame. “Adam a.s. Bukan Manusia Pertama dalam Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir Karya Ibn ‘Asyur.” Jurnal Darul Ilmi 6, no. 2 (2018): 58–67.
Syahin, Abdul Shabur. Adam Bukan Manusia Pertama? (Mitos atau Realita). Jakarta: Republika, 2008.
Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2014.
Zulihafnani, dan Novia Putri. “Interpretasi Perintah Sujud pada Kisah Nabi Adam Menurut Para Mufasir.” Journal of Qur’anic Studies 6, no. 2 (2021): 301–318.
