Fragmentasi Otoritas Keagamaan dalam Konten Media Digital: Tantangan Epistemologis bagi Pembelajaran PAI

Fragmentation of Religious Authority in Digital Media Content: An Epistemological Challenge for Islamic Religious Education Learning

Authors

  • Andi Qadri Al-Aqsha Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Della Anjelia Saputri Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Imam Makruf Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.35719/mozaic.v5i01.2616

Keywords:

Fragmentasi Otoritas Keagamaan, Media Digital, Pendidikan Agama Islam, Tantangan Epistemologi

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendisrupsi lanskap otoritas keagamaan, menggeser legitimasi dari penguasaan keilmuan yang bersanad (knowledge-based authority) menjadi sekadar popularitas dan tingkat interaksi di media sosial (attention-based authority). Kondisi ini menciptakan fragmentasi otoritas yang memicu krisis epistemologis, di mana peserta didik kini lebih mengandalkan ragam konten digital yang sering kali nirvalidasi dibandingkan peran pendidik di ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif fenomena fragmentasi otoritas keagamaan di ruang digital beserta implikasinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), data dikumpulkan dari berbagai literatur otoritatif dan ditelaah melalui metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disrupsi ini berdampak serius pada ekosistem PAI, meliputi melemahnya sentralitas guru, pergeseran pola belajar siswa dari sistematis menjadi sporadis yang disetir oleh algoritma, serta munculnya kebingungan epistemologis akibat relativisme kebenaran. Tanpa adanya filter validasi yang memadai, peserta didik sangat rentan menelan informasi mentah yang berujung pada distorsi pemahaman agama. Sebagai kesimpulan, fragmentasi otoritas di era digital menuntut transformasi mendasar dalam cara pendidikan agama disampaikan dan diterima. Implikasinya, kurikulum PAI harus segera direorientasi untuk mengintegrasikan kecakapan literasi digital dan penguatan nalar kritis, di mana pendidik mengambil peran baru sebagai kurator pengetahuan guna membentengi identitas keagamaan generasi muda.

References

Arafat, M. Yaser. “Kitab Klasik Elektronik Gratis: Menuju Keberdayaan Literasi dan Rekonstruksi Ilmu.” Jurnal Sosiologi Agama 5, no. 2 (2013): 55–76. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/jsa.2013.%25x.

Arbiah, Niya Armita Sari, dan Mukmin. “Studi Islam dalam Konteks Pembelajaran di Era Digital: Tantangan Diskursus Keagamaan Kontemporer.” Chalim Journal of Teaching and Learning 5, no. 2 (2025): 141–54. https://doi.org/https://doi.org/10.31538/cjotl.v5i2.2764.

Asmawi. “Epistemologi Hukum Islam Perspektif Historis dan Sosiologis dalam Pengembangan Dalil.” Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman 32, no. 1 (2021): 57–76. https://doi.org/https://doi.org/10.33367/tribakti.v32i1.1393.

Ayuni, Isnun Qurota, Siti Amsa Hulwana, dan Nurul Mubin. “Dekonstruksi Otoritas Keilmuan dalam Pendidikan Islam Kontemporer: Tantangan Algoritma, Popularitas, dan Pergeseran Makna Ulama.” JPPI: Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia 3, no. 2 (2026): 741–46. https://doi.org/https://doi.org/10.62017/jppi.v3i2.6726.

Febriana, Finta Nur, dan Nur Khasanah. “Pendidikan Islam di Era Post-Truth : Peran dan Tantangan Literasi Digital Bagi Generasi Z.” El-Darisa: Jurnal Pendidikan Islam 4, no. 2 (2025): 1–14. https://ejournal.staihwduri.ac.id/index.php/eldarisa/article/view/180.

Hakim, Lukman, dan Zainal Mukhlis. “Otoritas Agama di Ruang Siber: Fragmentasi dan Kontestasi.” Jurnal Ilmu Komunikasi 13, no. 2 (2023): 119–32. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/jik.2023.13.2.119-132.

Hamdani, Amamur Rohman. “Digital Fatwa: Kontestasi dan Fragmentasi Otoritas Keagamaan di Media Sosial.” Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2021. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/45531/.

Hasanah, Fawaidah. “Lingkaran Keilmuan Ulama Pesantren Abad 17-18 (Analisis Buku Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad 17-18 Karya Prof. Azyumardi Azra).” Tahfim Al-’Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam 14, no. 2 (2023): 310–20. https://doi.org/https://doi.org/10.37459/tafhim.v14i2.6456.

Hidayatullah, Rahmat. “Otoritas Keagamaan Digital: Pembentukan Otoritas Islam Baru di Ruang Digital.” Ushuluna: Journal Ilmu Ushuluddin 10, no. 2 (2024): 1–16. https://doi.org/https://doi.org/10.15408/ushuluna.v10i2.42831.

Nadirah, Sitti, dan Retoliah Dahlan. “Pendidikan Islam dalam Masyarakat Digital: Rekonstruksi Nilai Otoritas Keilmuan dan Pembentukan Karakter.” Jurnal Pilar: Jurnal Kajian Islam Kontemporer 16, no. 2 (2025): 267–74. https://doi.org/https://doi.org/10.26618/ewe5vy46.

Panigoro, Ahmad Nur Malik. “Islam Digital dan Negosiasi Otoritas Keagamaan.” Alhamra: Jurnal Studi Islam 6, no. 1 (2025): 71–90. https://doi.org/https://doi.org/10.30595/ajsi.v6i1.20916.

Qoyyim, Irfan Haniful, dan Muhammad Fahmi Syihab. “Mediatization of Religion in the Digital Era: A Case Study of Habib Ja’far’s ‘Login’ Podcast in Religious, Media, and Community Relations.” Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam 7, no. 1 (2025): 93–99. https://doi.org/https://doi.org/10.55352/kpi.v7i1.2546.

Rahmah, Puja. “Transformasi Otoritas Keagamaan dalam Ruang Digital: Studi terhadap Praktik Keislaman Generasi Muda.” Ibtikar: Jurnal Studi Islam dan Sosial 2, no. 2 (2025): 67–74. https://ejournal.iai-almuslimaceh.ac.id/IBTIKAR/article/view/313/358.

Rasiani, Ardina, Herlini Puspika Sari, Erna Wilis, dan Urai Setiawarni. “Pendidikan Islam di Era Post-Truth: Tantangan Dan Strategi Literasi Media Bagi Generasi Muda.” Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam 3, no. 2 (2025): 381–90. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i2.947.

Raya, Moch. Khafidz Fuad. “Digital Religion: The Packaging and Persuasion of Celebrity Preachers in Contemporary Indonesia.” Journal for the Study of Religions and Ideologies 23, no. 67 (2024): 80–94. http://www.thenewjsri.ro/index.php/njsri/article/view/512.

Renuat, Mahmud, Imanuel Inriyanto Ruslak Hammar, dan Emanuel Deporas Bukutubun. “Problematika Fatwa Dalam Era Digital: Studi Terhadap Otoritas Ulama Dan Fragmentasi Otoritas Keagamaan Di Indonesia.” Mansinam Law Review 2, no. 2 (2025): 153–59. https://jurnal.uncri.ac.id/index.php/MLR/article/view/79.

S, Sabaruddin, Muya Syaroh Iwanda Lubis, dan Mailin. “Media and Fragmentation of Religious Authorities (Social Media and the Shift of Religious Authority in the Post Truth Era).” Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 6, no. 2 (2021): 86–96. https://doi.org/https://doi.org/10.46576/almufida.v6i2.1705.

Saputra, Eko, dan Fadhli. “Media Baru, Fragmentasi dan Kontestasi Otoritas Keagamaan di Aceh: Dari Ulama Lokal ke Ustaz.” Jurnal Lektur Keagamaan 18, no. 2 (2020): 429–62. https://doi.org/https://doi.org/10.31291/jlk.v18i2.806.

Setianto, Yearry Panji. “Mediatization of Indonesian Islam: A Historical Examination of Media and Religious Change.” Religions 17, no. 2 (2026): 1–23. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/rel17020170.

Widjanarko, Putut. “Agenda Riset Digital Religion dari Perspektif Kajian Media: Sebuah Tinjauan Konseptual.” Konvergensi : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi 6, no. 2 (2025): 332–51. https://doi.org/https://doi.org/10.51353/ffww6v20.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Al-Aqsha, A. Q., Saputri, D. A., & Makruf, I. (2026). Fragmentasi Otoritas Keagamaan dalam Konten Media Digital: Tantangan Epistemologis bagi Pembelajaran PAI: Fragmentation of Religious Authority in Digital Media Content: An Epistemological Challenge for Islamic Religious Education Learning. Mozaic: Islamic Studies Journal, 5(01). https://doi.org/10.35719/mozaic.v5i01.2616

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.